Rio Ferdinand Pertanyakan Metode Kepelatihan David Moyes

Rio Ferdinand Pertanyakan Metode Kepelatihan David Moyes

Rio Ferdinand Pertanyakan Metode Kepelatihan David Moyes – Salah satu pemain senior yang mulai gundah terhadap metode yang digunakan David Moyes adalah Rio Ferdinand. Bagi kakak kandung Anton Ferdinand, pemberitahuan kepada pemain yang dipersiapkan untuk tampil pada suatu pertandingan diumumkan beberapa hari sebelum pertandingan.

Bagi Ferdinand hal ini tentu saja menimbulkan tekanan dan rasa marah bagi semua pesepakbola, karena dianggap kualitasnya tidak dipercayakan lagi untuk tampil penuh di tim utama, dengan adanya rotasi atau pun pengumuman dalam waktu singkat.

Jabatan Moyes juga penuh dengan tanggung jawab besar, meski pelatih berkebangsaan Skotlandia itu tengah menghadapi tekanan besar sejak menggantikan rekan sekompatriotnya, Sir Alex Ferguson pada musim panas lalu, dan sejauh ini timnya sudah terdampar di peringkat kesembilan pada  tabel sementara usai mengantongi hasil buruk di kandang.

Bahkan di laga akhir pekan ini, Manchester United kembali menuai kekalahan setelah ditekuk oleh Newcastle United dengan skor yang sama saat mereka takluk dari Everton, 1-0.

Tentu saja ini menjadi suatu pekerjaan rumah yang sangat besar bagi Manchester United dan tidak hanya sampai di situ saja, Moyes dianggap telah membuang dua kesempatan yang menjadi sia-sia di kandang sendiri.

Ferdinand, yang merupakan salah satu pemain yang cukup lama membela panji Manchester United di samping Ryan Giggs, mengatakan: “Pelatih yang satu ini sedikit berbeda dalam mencantumkan nama-nama yang akan turun dalam suatu pertandingan – dan bahkan anda tidak dapat mengetahui siapa yang akan bermain.

“Sementara pelatih lama terbiasa dengan memberitahukan kepada anda, sebuah saran atau nasehat jika anda dipercayakan untuk tampil. Karena ketika anda tahu akan bermain, maka tingkat intensitas dan kepercayaan diri sudah pasti meningkat.

“Oleh karena itu dibutuhkan kepastian dan jika anda tidak yakin untuk bermain. Karena sulit dari segi mentalitas. Sementara rasa gugup dalam bermain akan selalu ada dan mungkin akan selalu bertanya-tanya, ‘apakah saya dimainkan?’ – dan semua dibuat tidak menentu dalam benak pikiran anda dan tidak heran bisa membuat anda geram.”

Sementara itu Nemanja Vidic mencoba mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk tetap fokus dan tidak terpecah belah dengan situasi yang ada saat ini, karena sama sekali tidak akan membantu harapan mereka keluar dari papan tengah.

 “Saya selalu percaya kepada tim yang diturunkan, karena kami selalu bekerja keras untuk hal itu. Sama sekali tidak ada keraguan mengenai hal itu,” tutur Vidic. “Kami harus menerima segala keputusan dari pelatih, apakah nyaman dengan posisi saat ini atau sebaliknya dan mungkin jauh dari yang diharapkan anda.

“Semua pemain juga patut mewaspadai, bahwa kami harus tetap bersatu, dan tampil lebih baik lagi. Kekalahan ini hanya sementara, dan coba bangkit kembali dari keterpurukan. Karena membangun rasa kepercayaan diri jauh lebih sulit dibandingkan melemparkan suatu kata-kata yang tidak akan berguna sama sekali.

“Hadapi situasi saat ini dan jangan sekali-kali menengok ke belakang. Karena anda harus selalu menatap ke depan dan beranggapan bahwa apa yang akan terjadi di depan nanti dalam beberapa pekan. Sementara tim lain tentu akan kehilangan angka.

“Walau saat ini kami masih berada di papan tengah, namun dua kekalahan beruntun ini bisa menjadi pembelajaran penting. Dan saya berharap ini seperti sebuah mimpi dan kami akan terbangun dengan hasil yang baik pada musim panas mendatang.”