Persegres Gresik United Bangun Tim Baru

Persegres Gresik United Bangun Tim Baru

Persegres Gresik United Bangun Tim Baru – Pasca kehilangan pemain mega bintang macam Ambrizal, Ahmad Sembiring, Erol Iba, Siswanto, Sultan Samma, hingga Diogo Santos, Persegres Gresik United mau tak mau harus melakukan perombakan total untuk membangun tim dari awal lagi. Upaya ini dilakukan usai ditinggal banyak pemain pada musim lalu. Pelatih anyar Agus Yuwono lebih memilih melakukan perombakan melalui seleksi dari para pemain. Kendati masih ada beberapa pemain lawas yang bertahan, sebut saja Kacung Munif, Wismoyo, Agus Indra, David Faristian, dan Lan Bastian, masih loyal bersama Laskar Joko Samudro namun tak ada jaminan mereka akan meneruskan karir di Stadion Petrokimia musim depan. Inilah sebabnya aset yang tinggal tersisa beberapa ini harus tetap mengikuti proses seleksi seperti halnya pendatang baru.

Agus Yuwono mengungkapkan akan ada perubahan besar dibanding musim sebelumnya. Ia juga membeberkan baik dirinya maupun pihak manajemen sebenarnya ingin mempertahankan beberapa pemain lawas. Akan tetapi kembali pada persoalan awal, banyaknya pemain yang memutuskan pindah ke klub lain membuat Persegres harus memulai dari nol lagi.

Ketika ditanya apakah Agus sanggup membentuk tim dari awal lagi, dengan optimis ia menjawab iya. Menurutnya ini bukanlah persoalan besar, karena hal ini juga merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pelatih. Selain itu, di sepakbola Indonesia club sudah biasa mengubah total komposisi pemain pada saat pergantian musim. Inilah yang juga menjadi pemicu semangatnya untuk terus optimis membangun tim baru.

Perihal seleksi pemain sendiri sudah digelar hingga beberapa hari lamanya di Stadion Petrokimia, Gresik. Pada seleksi yang telah dilaksanakan pada Senin, 18 November kemarin, tercatat sudah ada beberapa pemain berpengalaman yang mencoba peruntungan di laskar Joko Samudro. Pemain tersebut diantaranya Herman Romansyah (eks Arema IPL), Feri Ariawan (eks Persebaya 1927), selain itu ada kiper Sukasto Efendi (eks Persema Malang), Dedi Indra dan Fajar Handika (Persela Lamongan), dan juga beberapa nama lain. Sederetan nama diatas memang bukanlah pemain kelas satu. Namun setidaknya mereka pernah merasakan kompetisi level tertinggi. Dan tentu saja ini menjadi langkah awal yang bagus bagi Persegres.

Dalam memantau kualitas terbaik pemain yang mengikuti seleksi, Agus Yuwono mengaku ini bukanlah hal yang mudah. Menurut kacamata penilaiannya, hampir semua pemain kondisinya masih belum fit. Ini dikarenakan banyak dari pemain yang libur lama usai digelarnya Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 pada September silam.

Manajemen melalui CEO Asroin Widiana, menyatakan timnya tak berambisi mengincar papan atas seperti halnya musim lalu. Persaingan yang semakin berat, belum lagi jumlah club yang direncanakan lebih banyak, memaksa Persegres menyadari kondisi. Dan papan tengah dirasa sangat realistis dalam situasi seperti sekarang ini. Kendati demikian bukan berarti Persegres pasrah menerima keadaan, pihaknya juga terus berupaya agar bisa lebih baik lagi.