Kenangan Hamann Di Piala Dunia

Kenangan Hamann Di Piala DuniaKenangan Hamann Di Piala Dunia – Mantan gelandang Jerman, Dietmarr Hamann sudah tampil sekitar 59 kali membela tim nasional Jerman selama 8 tahun ia berkecimpung di dunia sepak bola. Dan Hamann  mengakui bahwa kombinasi antara para pemain senior pada perhelatan Piala Dunia 1998 dan juga pemain muda di Piala Dunia 2002 membuat mimpi Hamann guna meraih gelar juara sirna.

Ketika Piala Dunia 1998 di Prancis, Hamann masuk ke skuad Jerman di Piala Dunia yang juga merupakan debut perdana dirinya di pesta sepak bola 4 tahunan tersebut. Kala itu Jerman menang dengan skor 2-0 atas Yugoslavia dimana Hamann masuk sebagai peamin pengganti. Ia mengaku sangat bangga dan tidak akan melupakan laga tersebut. Sayang Jerman gagal lolos dari babak 8 besar. Menurut Hamann banyak pemain Jerman yang sudah tua sehingga tidak bisa mengimbangi permainan cepat lawan. Namun ia tidak bisa menutupi bahwa hal tersebut menjadi kenangan bagi dirinya.

Ketika itu Hamann sendiri bermain dengan para pemain yang masuk ke dalam skuad Piala Dunia 1990. Sekitar 8 pemain yang masuk ke dalam skuad. Di sana ada Jurgen Kohler dan juga Andy Kopke di dalam skuad Jerman kala itu. Belum lagi Stefan Reuter, Andy Moller,  dan juga Thomas Hassler, serta Lothar Matthaus hingga Jurgen Klinsmann juga ikut ke dalam skuad Jerman PD 98.

Selang 4 tahun kemudian, ketika Piala Dunia digelar di Korea Jepang, Hamann juga menjadi salah satu pemain senior yang diikut sertakan oleh Jurgen Klinssmann kala itu untuk terbang ke Jepang dan Korea Selatan guna mengikuti ajang Piala Dunia 2002. Dan ekspetasi yang diberikan kepada tim nasional Jerman cuku rendah. Pasalnya mereka baru meraih hasil buruk di Euro 2000. Namun ternyata Jerman mampu melebihi ekspetasi semua pihak ketikaDer panzer mampu melangkah hingga babak final. Namun mereka harus menyerah dari Brasil dengan skor 2-0. Jelas laga final tersebut tidak bisa dilupakan oleh Hamann.

Hamann menilai bahwa Jerman ketika itu adalah tim yang sangat bagus dan cukup menyulitkan. Bahkan melaju ke babak final ketika ekspektasi tidak berlebihan tersebut sangat mengejutkan bagi dirinya. Apalagi hadirnya sosok Michael Ballack yang mampu menjadi kunci bagi lolosnya Jerman ke babak final menjadi salah satu factor. Ballack mampu mencetak gol tunggal kala membawa Jerman meraih kemenangan di babak 8 besar dan semi final. Sayang Ballack harus absen kala melawan Brasil di babak final yang berpengaruh kepada permainan Jerman.

Keberhasilan Jerman melaju ke babak final, tentu akan berbeda ketika di babak final harus bermain tanpa kehadiran Ballack tersebut. Dan terbukti Jerman kehilangan komando di lini tengah tersebut. Namun menurut Hamann bisa menghadapi Brasil di final, jelas menjadi pengalaman tersendiri.